Home / Berita / TKI Korsel Merayakan Mayday Dengan Melakukan Pelatihan Usaha

TKI Korsel Merayakan Mayday Dengan Melakukan Pelatihan Usaha

TKI Korsel Merayakan Mayday Dengan Melakukan Pelatihan Usaha

01 Mei 2016 15:03 WIB

SEOUL, KOREA SELATAN – TKI di Korea Selatan punya cara lain dalam mengisi perayaan Hari Buruh atau Mayday 1 Mei 2016. Mereka bertukar pikiran agar bisa mengelola pendapatan secara produktif , hingga ketika kembali ke Indonesia dapat membuat bisnis sendiri atau tak lagi jadi TKI.

Mereka menyimak secara seksama para pembicara yang berasal dari kalangan bisnis dan perbankan seperti Bambang Yudhi Firmansyah (Lotte Indonesia), Bambang Setyatmojo (Bank BNI) dan Abdullah Hadi ( TKI sukses yang pernah bekerja di Korea Selatan). Alhasil sampai acara berakhir di Minggu siang (1 Mei 2016) mereka tak beranjak karena meninggalkan ruang pertemuan, kantor BNI Seoul di Wise Tower lantai delapan.

Abdullah Hadi, asal Pati, Jawa Tengah, menyampaikan kisah sukses dalam membangun bisnis dengan modal yang dikumpulkan ketika bekerja di Korea Selatan. “Saya memilih sendiri strategi bisnisnya serta strategi menjalankannya. Pilihan jatuh dengan beternak ayam dan membuka lahan pertanian.”

Bagi saya modal itu penting, ujar Hadi seraya menambahkan, namun yang lebih penting lagi adalah tekad supaya kelak bisa mandiri dan tidak jadi TKI lagi. Berdasarkan tekad itu maka saya sangat cermat dalam mengatur dan mengelola pendapat, sampai akhirnya cukup untuk diinvestasikan di kampung.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam kesempatan itu mengharapkan TKI eks Korea Selatan yang sukses tidak hanya Hadi sendiri. Mesti ada ..Hadi…Hadi yang lain .

Prinsip orang yang berusaha itu ada tiga, katanya dengan suara yang lantang. Pertama, botol atau berani optimis dengan tenaga orang lain. Jadi TKI punya modal, modal itu diinvestasikan untuk usaha yang dikerjakan orang lain. Kedua, bodol yang berarti optimis dengan duit orang lain. Jadi kita tidak punya uang, modal dari orang lain dan kita sebagai pekerjanya. Ketiga, bobol, berani optimistis berbisnis dengan orang lain. Yaitu menjalankan bisnis perantara dan bisa menjadi pewara laba.

Bila Bambang Yudhi Firmansyah menceritakan bagaimana cara-cara dan syarat menjadi pemasok produk ke peritel seperti Lotte, Bambang Setyoatmojo menceritakan kerjasama BNP2TKI dan Bank BNI dalam membina TKI di Korea Selatan untuk membuat usaha mikro yang mandiri.

Gaji para TKI di Korea Selatan tergolong besar hingga bisa digunakan sebagai modal usaha, bukan dipakai untuk tujuan yang konsumtif. Kami bersama BNP2TKI memperkenalkan cara-cara agar modal tersebut dimanfaatkan untuk sektor yang produktif, tambah Bambang Setyoatmojo.

Pelatihan usaha ini adalah hasil inisiasi bersama antara BNI dan berbagai pihak termasuk Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, tujuan pelatihan ini adalah agar TKI sejak di korea sudah memiliki wawasan tentang dunia usaha, sehingga ketika nanti kontraknya sudah habis, mereka memilih untuk pulang ke Indonesia dan memabngun usaha”, jelas General Manager BNI cabang Seoul, Wan Andi Aryadi Dalam keterangan persnya dari korsel.

?Dalam sambutannya, Wan Andi juga menyampaikan, supaya uang hasil bekerja di Korsel ini jangan dihabiskan untuk konsumsi, melainkan untuk ditabung atau diinvestasikan. “hadirnya BNI di Seoul adalah untuk mendekatkan pelayanan kami kepada para TKI di Korsel, harapan kami supaya nanti para TKI bisa pulang dengan membawa modal untuk membuka usaha baru, jika masih tidak cukup, kami juga menyediakan program Kredit Usaha Rakyat untuk program purna TKI.

Meskipun Mayday bertepatan dengan hari minggu, saat para TKI di Korsel seharusnya istirahat setelah selama sepekan bekerja sampai lembur, namun sejak pagi ruangan pelatihan sudah penuh peserta, bahkan yang hadir sampai 200-an, meskipun BNI hanya mengundang 120 TKI.

(Fajar/Sjr) Sumber : BNP2TKI

About cbt admin

Check Also

Kehidupan TKI Korea

Kehidupan TKI Korea, Gaji Tinggi Punya Mobil hingga Hobi Dugem

SEMARANG – Bagaimana kehidupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan? Konselor Minister pada Kedubes RI …

2 comments

  1. Semoga bermanfaat.
    Maaf apakah ada buku yang dapat kami pelajari tentang usaha di Indonesia ?
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *